Tampilkan postingan dengan label Tulisan Iseng. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tulisan Iseng. Tampilkan semua postingan

In Tulisan Iseng

God Answers

God answers in 3 ways :

1. He says yes and gives you what you want

2. He says no and gives you something better

3. He says wait and gives you the best

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Tulisan Iseng

Why I Love You

You give to me hope
And help me to cope
When life pulls me down
You bring me around

You teach me to care
And help me to share
You make me honest
With kindness the best

From you I learned love
With grace from above
It's for you I live
And I want to give

You are the reason
That fills each season
When I hear love I think of you
You are my world and best friend too

I love you because you are so kind, thoughtful, and caring
I love you because you are so pleasant, lovely, and sharing

You made me the woman I am
Thank You

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Tulisan Iseng

Bisikan...

Gue gak tau apa yang gue rasain beberapa hari ini. Entahlah, beberapa hari ini gue selalu mendengar bisikan-bisikan gaib, aneh, dan semua suara-suara itu serasa nyata. Gue seperti mendengar semua suara itu. Padahal gue sadar kalo gue lagi sendiri. Akhir-akhir ini gue emang sering merasa sendirian. Atau hanya perasaan gue doang. Beberapa hari ini, gue hanya pengen ditemenin doang, entahlah itu ama siapa kek. Sama nyokap bokap kek, sama adek gue kek, sama temen-temen gue, atau sama pacar gue. Gue lagi gak mau sendirian, gue mau nyoba ngilangin suara-suara aneh itu. 

Mungkin, lo semua yang pada baca ini bakal menganggap gue lebay. Tapi terserah kalian sih, itu hak kalian. Gue cuma mau meluapkan apa yang gue rasakan sekarang ketika gak ada yang bisa dengerin gue.:(

Bisikan itu, bukan bisikan gaib yang bisa menciptakan suasana horor. Tapi bisikan itu lebih beralih ke dalam bayangan-bayangan masa lalu yang selalu seliweran dalam benak, gue pun gak tau kenapa bayangan masa lalu itu hadir. Bukan karena gue selalu mengingatnya tapi, semua itu muncul tiba-tiba padahal gue gak lagi mikirin itu. 

Bisikan itu, bukan bisikan gaib yang bisa menciptakan suasana horor. Tapi bisikan itu adalah suara-suara teman-teman yang memberiku nasihat-nasihat dalam setiap langkah kehidupanku dan terkadang membuat gue berpikir tentang ucapan-ucapan mereka. Gak bisa dipungkiri ketika gue mendengar sekelebat bisikan itu, gue merasa menyesal dengan langkah yang gue ambil. Tapi seketika itu juga gue tepis rasa penyesalan itu. Gak gue gak nyesel sedikit pun, gue masih punya harapan walaupun kecil.

Bisikan itu, bukan bisikan gaib yang bisa menciptakan suasana horor. Tapi bisikan itu adalah suara-suara dan bayangan-bayangan kejadian yang akan terjadi di masa yang akan datang. Bisikan itu muncul sendiri dari alam bawah sadar gue, ketika gue sedang merenungkan hidup gue, bayangan dari masa depan selalu datang. Membuat gue berpikir untuk lebih berhati-hati dalam melangkah.

Dan sekarang, ketika gue sedang menulis ini. Gue dalam keadaan lagi bekerja, tapi gue merasa sendirian padahal di tempat ini lagi banyak orang. Dan lagi lagi bisikan-bisikan itu datang, sekarang dia random, kejadian di masa lalu itu, nasihat-nasihat itu, dan bayangan masa depan.. 

Aaaaaaaahhhh....

Gue bisa gila beneran kalo sampe gue gak ada temen buat ngobrol sampe jam kerja gue selesai.. Walaupun gue bisa sedikit mengusir itu dengan membaca tapi tetep aja bisikan itu datang menganggu. Please dong jangan menghantui gue. Gue mau hidup tenang.. 

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Tulisan Iseng

Percaya.. Semangat..

Semakin gue sering denger orang ngomong tentang mimpi, tentang harapan, tentang cita-cita yang harus dan wajib dicapai. Semakin gue percaya dan mempunyai tekat untuk mengejar semua yang telah menjadi pengharapan gue, mimpi gue, dan cita-cita gue. Seberapa sulit itu, harus bisa dilewatin dan dijalanin, meskipun gue harus muter-muter dulu buat ngewujudin semuanya itu.

Kayak tulisan gue yang sebelumnya, ngebahas tentang enggak semua yang lo pengen itu bisa lo dapetin. Disini gue cuma bilang itu bisa lu dapetin tergantung seberapa besar lo mampu bertahan dan memperjuangkan itu semua. Gue ambil contoh dari seorang yang bisa jadi panutan gue atau pun elo buat ngejar semua cita-cita dan mimpi lo. Lo semua pasti tau kan siapa itu "Agnes Monica" , dia adalah perempuan yang bener-bener memotivasi gue buat ngejar semua mimpi-mimpi gue itu. Yah, meskipun gue tau dan sadar gak sekarang bisa gue wujudin, semuanya masih ada di dalam proses.

Kalo lo semua bertanya kenapa "Agnes Monica" yang bisa jadi panutan gue dalam mempercayai mimpi dan harapan. Semuanya berawal dari gue nonton tiga konser yang baru diadakan sama dia beberapa waktu yang lalu, dan konser terakhir yang gue tonton adalah pas konser 20 tahun dia berkarya di dunia musik. Sumpah semua kata-kata yang keluar dari mulutnya itu memotivasi gue, gimana disana dia bercerita tentang dia mengejar semua mimpinya, mewujudkan semua mimpinya, dan membuktikan kepada semua orang dia mampu. 

Gue pun mau menjadi orang yang seperti itu, dan pasti lo semua pun mau seperti itu. Yah kan?? Taruhan sama gue kalo teori gue ini salah. Mana ada sih di dunia ini satu manusia yang menolak bisa menjadi sukses di bidang yang dia mau, dibidang yang udah jadi cita-cita dan mimpinya jauh sebelum orang itu tumbuh dewasa. Inget guys, kita bukan lagi anak kecil yang cuma memiliki mimpi dan belum bisa berpikir untuk mewujudkannya. Kita seseorang yang sudah dewasa bukan lagi orang yang baru mau beranjak dewasa, kita bukan anak labil seperti ABG-ABG sekarang. Lo semua pasti bisa deh milih jalan lo sekarang mau kayak gimana. Lo hidup dengan mimpi, bener gak sih?? Kehidupan lo yang sekarang ini adalah mimpi lo di masa lalu, begitu juga dengan kehidupan lo dimasa depan adalah mimpi lo yang sekarang ini. Sekarang adalah gimana caranya lo bisa mencapai semua mimpi itu. 

Kepercayaan akan mimpi lo yang suatu saat akan terwujud adalah salah satu cara untuk mewujudkan semua mimpi dan cita-cita lo. Just believe. Enough! . Tapi, menurut gue itu gak akan mampu, kalian pasti tau kalimat ini "Dream, Believe, and Make it happen!" . Make it happen, itu yang harus kalian lakukan buat ngedapetin semua itu. Jangan pernah menyerah dengan segala halangan yang membuat semua itu serasa gak mungkin. Jangan pernah letih dengan hambatan yang dengan mudahnya mematahkan semangat kalian dalam mengejar semuanya itu. 

Gue disini bukan mau sok-sokan jadi motivator atau hal-hal seperti itu. Disini gue juga memotivasi diri gue sendiri buat percaya dan membuat semua mimpi itu nyata tapi gue juga mau ngajak lo semua buat bisa kayak gue. Percaya... Semangat *\(n_n)/*

Deshitong

^_^v

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Tulisan Iseng

Dream, Mimpi, Harapan, Wish

Dream, mimpi, harapan, apa sih mimpi lo? Lo punya mimpi apa sih buat diri lo sendiri? Tapi terkadang orang itu mengabaikan mimpinya, mengubur mimpinya, sehingga dia berubah menjadi pribadi yang memiliki rutinitas yang monoton. Ah buat gue bukan hidup itu, kalo lu hidup udah kayak zombi. Hidup cuma sekali, jangan disia-siain. Gak sedikit orang yang lebih memilih mengabaikan mimpinya itu demi kehidupan yang dibilang orang “normal” tetapi buat jiwanya dia telah mati, they like a zombie. Hahaha. Is it right???

Buat gue mimpi itu wajib diwujudin, gimana pun caranya, seberapa besar perjuangan dan pengorbanan yang mesti dilewatin demi meraih sebuah mimpi yang udah ada dari dulu. Contohnya adalah gue, gue punya segudang mimpi, dulu gue pernah bermimpi buat jadi penyiar radio. Ketika jalan itu ada untuk meraihnya entah kenapa jalan itu diputuskan, mungkin saat itu belum takdirnya gue buat jadi seorang penyiar. Gue sadar, gue belom ahli dalam bidang itu, tapi gue gak patah semangat, sampai saat ini gue masih memiliki mimpi itu. Bahkan, saat gue nulis tulisan ini. 

Mimpi gue yang lain menjadi seorang penulis, entahlah mungkin ini bakat yang diturunkan oleh papa ke gue. You know what, bokap gue adalah kiblat gue dalam menulis. Jika kalian tanya kenapa? Padahal bokap gue bukan penulis, bokap gue hanya seorang pelayaran. Haha. Gue juga gak tau, mungkin saat gue pertama kalinya baca tulisan bokap gue dalam buku hariannya, dimana beliau menulis semua kejadian yang dialami kedalam sebuah tulisan yang indah, dan kata-kata yang diambil pun bukan seperti tulisan seorang amatir, beliau seperti penulis pro. Jadi inget sama film korea yang pernah gue tonton, gue lupa judulnya apa, yang jelas di film itu menceritakan tentang seorang penulis amatir yang berusaha sebesar apapun buat jadi penulis yang profesional. Satu cerita lagi, gue pernah mengirimkan sebuah tulisan ke satu redaksi majalah, itu waktu gue SMA tapi karena gak pernah bisa diterbitin, jadinya tulisan-tulisan gue cuma bisa jadi koleksi pribadi doang. Gue bertekad buat ngirim tulisan gue ke sebuah redaksi tapi nunggu gue bisa menulis dengan baik dan benar, seperti tulisan papa yang pernah gue baca. Sumpah, itu tulisan yang paling bagus dari buku-buku dan novel-novel yang pernah gue baca. Sampai saat ini gue masih suka nulis kok. 

Satu mimpi gue yang lain, photography. Mungkin mimpi ini yang paling susah gue raih. Buat nguasain hobi ini perlu biaya yang mahal. Padahal gue bukan anak yang terlahir dari keluarga kaya. Gue gak bisa seenaknya minta dibeliin kamera profesional, yang ada udah disuruh berhenti kuliah kali gue. Belom lagi berbagai pretelan yang menyertai hobi ini. Gue suka, tapi belum bisa gue tuangin. Gue juga belom punya karya di bidang ini, eh ada deh karya gue, yah meskipun gak bagus sih. Tapi, gue percaya suatu saat nanti gue pasti bisa wujudin mimpi gue yang satu ini. Mungkin gak sekarang tapi satu hari nanti, yah gue yakin itu. 

Dari semua mimpi-mimpi gue itu, gue nemuin satu bidang yang bisa mencakup semuanya. Perfilman, bidang yang sekarang bener-bener mau gue kejar, meskipun banyak orang yang menganggap remeh mimpi itu tapi it’s okay, it’s my way, that’s it. 

Panjang juga gue cerita tentang mimpi-mimpi gue. And you know guys, gue sekarang kuliah tapi gak ada satu bidang pun yang udah gue sebutin diatas yang gue ambil di dalam perkuliahan gue. Bisa dibilang sih gue salah ngambil jurusan. But, it’s okay, it’s my way. Yang gue perlu adalah menyelesaikan pendidikan gue ini. Dan mengejar semua mimpi-mimpi gue itu. Walaupun gue harus berputar untuk mewujudkannya, gue akan lakuin itu. 

Seperti kalimat yang gue kutip dari satu film “terkadang kita harus berjalan memutar untuk mewujudkan dan menemukan jalan dan menjadikan kita kembali keawal menjadi diri kita sendiri, bahkan kita rela berubah menjadi orang lain demi mendapatkan diri kita yang sesungguhnya”.

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Tulisan Iseng

Enggak Semuanya...

Entah hanya perasaan gue doang atau emang semua orang selalu ngerasain ini. Pasti deh disaat semua yang kita inginkan gak tercapai pasti ada aja yang mengucapkan kalimat “gak semua yang kita pengen bisa kita dapatin”, bener kan? Kalimat itu begitu klasik, begitu sering terucap dari mulut semua orang, sehingga menjadikan kalimat itu hanya sebagai kamuflase aja dari perasaan kecewa yang kita rasain, iya gak sih? Kalo menurut gue sih gitu. 

Sekarang bayangin deh, seberapa sering sih lo dapet semua apa yang lo pengen. Percaya sama gue kalo itu gak lebih dari 50% kemungkinannya. Terkadang orang yang udah punya segalanya dan menurut kita bisa mendapatkan semua keinginannya, pasti ada aja satu atau dua keinginan yang gak terwujud, dan pasti langsung menjudge “kok gini banget sih? Kenapa gue gak bisa ngedapetin ITU sama kayak orang-orang yang bisa merasakan ITU.” Berani taruhan berapa deh sama gue, kalo diantara kalian pasti ada yang memiliki perasaan kayak gitu dan pasti pernah terucap langsung lewat mulut lo, baik lo lagi curhat sama temen lo atau di dalam doa lo. 

Menurut gue, perasaan-perasaan itu, kalimat-kalimat itu hanya sebuah kamuflase dari perasaan lo yang kecewa karena gak mendapatkan apa yang lo inginkan. Lo pengen, lo gak dapet, terkadang suka frustasi, dan berlarut-larut dalam kekecewaan. Disini gue gak mau nulis atau berkomentar dari sisi pandang gue aja. Kebanyakan orang yang gue temui adalah orang-orang yang seperti itu. Sehingga, membuat gue berpikir. Kenapa orang-orang itu bisa mengucapkan kalimat itu, yah walaupun gue juga gak bisa menepis kenyataan kalo gue termasuk kedalam golongan orang-orang seperti itu. Karena banyak banget keinginan gue yang sampe saat ini belum kesampean, dan gue gak mau ngejudge kalo ini adalah takdir, karena gue punya kepercayaan takdir itu bisa diubah dengan seberapa besar kemauan lo buat berubah.

Banyak yang bilang takdir itu adalah takdir, atau takdir itu sama aja kayak nasib, jadi terkadang gak ada yang bisa diubah. Ah, gue inget sama kalimat dosen bahasa inggris gue yang mengucapkan “semua kejadian yang ada sekarang adalah merupakan perwujudan apa yang akan terjadi di masa depan, dan hal yang gak bisa diubah adalah kejadian yang di masa lalu.”.

Bener gak sih apa yang gue tulis?

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Tulisan Iseng

DENGARKAN INI TUHAN



Tuhan
Tulisan-tulisan ku yang terdahulu terlalu banyak keluhan
Terlalu banyak tuntutan
Aku terlalu lemah
Aku hamba-Mu yang tidak pernah bersyukur

Tuhan
Tuluisan-tulisanku terdahulu selalu dan selalu tentang mencari kebahagiaan
Namun, kini aku menyadari bahagia itu tidak dicari tapi diciptakan
Aku yang dulu terlalu bodoh
Terlalu bodoh untuk menciptakan kebahagiaan itu
Terlalu bodoh untuk menyadari bahwa aku telah memiliki kebahagiaan itu
Yang selama ini aku cari

Tuhan
Aku tidak lagi banyak mengeluh seperti dulu
Aku lebih sering memohon ampun kepadaMu
Aku lebih sering bersyukur atas nikmatMu
Aku yang sekarang lebih bisa menjalani hidup dalam kedewasaan

Tuhan
Terima kasih dengan apa yang telah Engkau berikan
Keluarga yang teramat sangat menyayangiku
Teman yang selalu ada untuk aku cerita, untuk aku berbagi
Dan Dia seorang yang kau tugaskan untuk menemaniku dan menjadi bagian hidupku
Terima kasih
Terima kasih
Aku bersyukur atas semuanya dan aku bahagia

At 5:39 am
Sabtu, 06 April 2013


Deshitong ^_^

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Tulisan Iseng

Ketika Waktuku Telah Selesai

Hari ini aku mulai menulis.
Menulis semua apa yang ingin aku tulis.
Hari ini aku mempunyai sebuah pemikiran yang tiba-tiba saja terlintas.
Aku pun tidak tahu mengapa itu terlintas dalam pikiranku.

Aku hanya ingin bertanya.
"Apa yang akan kalian lakukan jika divonis satu penyakit yang membuat kalian hanya mampu bertahan hidup dalam beberapa hari, beberapa minggu, beberapa bulan, atau beberapa tahun lagi.?"

Aku tidak tahu kenapa aku memiliki pemikiran itu.
Mungkin aku (Ah bukan aku) tapi ragaku sudah mulai letih.
Aku sering merasakan sakit, mungkin itu hanya penyakit biasa. 
Dulu hampir setiap bulan aku sakit dan mengkonsumsi obat-obatan.
Tapi itu tidak membuat aku kuat hanya membuat aku semakin lemah.

Di hari ini, aku merasakan sakit lagi.
Sakit yang pernah aku rasakan dulu.
Pertama kali aku merasakannya, aku hanya menganggap ini penyakit biasa.
Kedua kali aku merasakannya lagi, aku hanya menganggap ini penyakit biasa.
Dan hari ini ketiga kalinya aku merasakan lagi, entah kenapa aku tidak siap untuk memeriksakan diri ke dokter.

Entahlah, mungkin aku hanya berlebihan. 
Hey, tenang saja.
Aku masih berpikir ini hanya penyakit biasa.
Aku hanya memiliki sebuah pertanyaan.
"Apa yang akan kalian lakukan jika kalian mengidap penyakit yang bisa membunuh kalian? Apa yang akan kalian lakukan disisa waktu yang ada? Apa yang akan kalian lakukan untuk orang-orang yang ada di sekitar kalian?"

Aku cengeng sekali, saat menulis ini.
Air mataku mengalir deras.
Deras sekali. Sambil menahan rasa sakit kepala dan perut sebelah kanan. :)

Aku tidak mau terlihat lemah, aku tidak mau dikasihani oleh orang-orang.

Hey, aku ingat kemarin. Saat bu'de bilang
"Kamu sakit ta? Kok pucet sih?"
Aku hanya menyangkalnya
"Gak kok bu'de, hehehe :)"

Di hari ini aku menulis ini, menggambarkan bagaimana lemahnya aku. Rapuhnya aku.
Tapi aku mau tersenyum diatas semua ini. Aku hanya ingin tersenyum sampai akhir.

Senin, 11 Maret 2013

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Tulisan Iseng

Pesan dari Si Hujan




Hey, hujan datang lagi kemarin. Tapi, kenapa dia tidak datang menemuiku? Bukankah kita masih ada perbincangan yang belum terselesaikan.? Entahlah, aku tidak tahu mengapa dia tidak mengetuk pintu. Yang teringat jelas, hari sudah malam ketika aku menyadari bahwa hujan datang. Aku yang takut pada malam dan kegelapannya, memberanikan diri dengan sisa-sisa keberanian yang ada untuk keluar dari persembunyianku. Aku mengedarkan pandanganku ke semua arah. Aku tidak melihat tanda-tanda bahwa hujan akan datang lagi, tapi sepertinya malam ini dia tidak akan datang. Aku pun berjalan kembali kedalam rumah, hingga aku melihat sebuah kertas telah tergantung di atas pintu rumahku dan terselipkan setangkai mawar merah yang cantik. Mungkin sang hujan tidak tahu kalau aku tidak menyukai warna merah, aku hanya suka dengan mawar putih. Yang melambangkan ketulusan dan kesucian. Tapi, tidak apa lah, aku akan memberitahukannya nanti ketika dia datang kembali.

Aku mengambil kertas dan mawar itu, aku membuka dan membacanya dengan perlahan, memahami apa yang tersirat di dalam surat itu. 

"hai, gadis cantik yang selalu merindukan senja. Apa kabar? Maaf sebelumnya, jika waktu itu aku pergi tanpa meninggalkan sepatah kata pun. Padahal kau sudah baik sekali kepadaku, menemaniku di sore hari yang sepi. Kamu tahu, aku datang lagi kemari untuk bercerita sesuatu padamu. Tapi, aku telah lama mengetuk pintu rumahmu, tapi kau tidak juga keluar. Aku tidak tahu, apakah kau ada di rumah atau tidak. Kemudian, aku melihat selembar kertas ini, aku pun mengambilnya dan segera menuliskan pesan ini untukmu dengan menggunakan air yang ada di setiap tubuhku. 
Hai, gadis cantik yang selalu merindukan senja. Maaf kalau aku memanggilmu begitu, aku tidak tahu namamu, karena kamu tidak pernah memberitahukannya. Saat ini aku sangat ingin bercerita kepadamu. Tetapi, aku tidak mungkin menceritakannya hanya di dalam selembar kertas, terlalu banyak dan panjang sekali jika aku ceritakan di sini. Mungkin aku akan bercerita jika kita bertemu lagi. Oiya, sekali lagi aku hany ingin berterima kasih padamu gadis cantik yang selalu merindukan senja yang telah menemaniku di tengah sore yang sepi. 
Semoga kau segera bertemu dengan sang senja yang selalu kamu rindukan. Hey, kalau kamu takut pada malam, mungkin aku akan datang pada malam hari, sehingga kau tidak perlu lagi merasa sendiri dan ketakutan akan malam, kita bisa melewatinya bersama-sama, yah jika kau mau."

Pesan itu berakhir disitu, ah aku terlalu nyenyak dan terlalu sibuk hidup di dalam mimpi sore ku. Padahal aku ingin sekali mendengarkan kisah sang hujan. Hey, hujan datanglah malam ini, aku akan bercerita juga tentang senja dan aku yang sampai sekarang belum juga bertemu. 

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Tulisan Iseng

Terkadang Hujan Suka Berbicara


Hey, hari hujan datang. Dia datang dengan berjalan pelan, kemudian berlari. Berlari hanya dia yang tahu kemana dia pergi. Aku sedang terdiam dalam kamar saat itu. Hingga aku mendengar sebuah ketukan pintu. Aku berlari kearah sana dan aku menemukan hujan sedang menari-nari diluar. Aku menyuruhnya untuk masuk, tapi dia tidak mau. Dia berkata, “Aku lebih suka diluar”. Aku pun menjawab, “Kenapa? Diluar itu sepi. Kau tidak memiliki teman. Masuklah biar aku temani dirimu”.

Lama aku menunggu. Tapi dia tidak mau juga masuk, dan aku berkata, “baiklah, bila kau tidak ingin masuk. Aku akan menemanimu diluar sana”. Dia pun berkata, “hey, sebelum kau menemaniku disini. Ambilah payung, pakailah payung. Karena aku tidak mau kamu basah dan sakit karena aku”. Aku pun mengambil payung dan segera menemaninya.

Kini aku berada diluar bersama hujan. Irama dia masih mendendangkan lagu yang ceria. Sepertinya dia senang sekali sore ini, “hey, hujan mengapa kau tampak senang sekali sore ini?”. Hujan menjawab, “sebenarnya, aku tidak sedang bergembira. Aku hanya ingin meringankan bebanku.” katanya santai. “hey, kau sedang ada pikiran? maukah kau berbaginya denganku?”.

Setelah itu, hujan pergi begitu saja. Tanpa memberikan sebuah jawaban. Dia tidak mau berbicara lagi. Sampai hari ini aku menunggunya. Tapi, dia tidak pernah datang. Baiklah, aku akan sabar menunggu dirinya dan mulai berbicara lagi, mungkin saat itu dia sedang tidak siap untuk berbicara lebih lama dan lebih panjang. Mungkin dia sedang bersembunyi di balik awan cerah hari ini.

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Tulisan Iseng

Ketika Malam dan Kegelapan Mengetuk Pintu





Huh, aku selalu tidak siap jika malam datang. Malam terlalu mengerikan, malam banyak mengubah manusia-manusia menjadi karakter yang  berbeda. Malam yang selalu gelap, dan aku benci kegelapan. Aku benci bila harus berjalan sendirian di tengah malam yang gelap. Entah kenapa malah Malam dan Kegelapan yang mengetuk pintu rumahku, padahal aku sedang merindukan senja dan langit sorenya. Mengapa bukan mereka berdua yang datang? Padahal aku ingin sekali bercerita bersama mereka. Tapi, malam dan kegelapan yang datang membuatku takut. Mereka memang selalu menakutiku. Meskipun banyak yang bilang tidak semua malam dan kegelapan itu menyeramkan.

Entahlah, sepertinya kata-kata itu tidak berpengaruh pada diriku. Diriku tetap saja merasa takut dengan malam dan kegelapan yang menyertainya. Memang sih, selalu ada siang dan pasti selalu ada malam. Tapi, apa aku salah bila aku tidak menyukai malam dan kegelapannya.

Sebuah bintang yang sedang menyaksikan aku menulis dan merutuk malam yang datang, menegurku dan berkata “hai, gadis cantik yang sedang merindukan senja. Mengapa kamu sangat tidak menyukai malam? Bukankah malam merupakan waktu yang indah.” dan aku pun menjawab “waktu yg indah? waktu yang indah untuk siapa?? untuk diriku atau untuk dirimu?” kataku setengah mencibir bintang. Bintang pun berkata “hey, coba lah kau lihat aku, aku selalu hadir dan menghiasi malam. Aku ini indah bukan? dengan cahaya dan kerlap-kerlip yang berasal dari tubuhku. Jadi apa yang perlu kau takutkan, Kau lihat sang rembulan, dia selalu bernyanyi, tidak kah kau bisa mendengarkan nyanyiannya? jadi apa yang perlu kau takutkan? Aku dan sang rembulan menemani malam dengan cahaya dan suara nyanyiaan yang membuat malam tidak sepi dan menjadikan malam dengan kegelapan yang tidak menakutkan sama sekali.”. Aku pun berkata “Kalau memang kau dan rembulan itu ada dan hadir untuk malam, mengapa kau dan rembulan tidak pernah membuat aku merasa nyaman. Mengapa kau tidak mencoba berbicara padaku, menjadi teman baikku, sehingga aku tidak perlu lagi takut pada malam dan kegelapan yang menyertainya.”

Percakapan itu berakhir begitu saja. Ah peduli apa dengan malam, bintang dan rembulan. Aku tetap saja takut pada malam dan kegelapan. Aku mohon pulanglah segera kalian dari sini. Pergilah malam dan enyahlah kegelapan. Aku sangat ketakutan bila kau masih disini.

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Tulisan Iseng

Langit Berawan Kelabu



Hey, sore ini langit cukup berawan dan berwarna kelabu. Mana nih, langit sore yang selalu penuh dengan warna jingga dan oranye. Aku sudah lama tidak melihat warna itu. Apa aku yang terlalu sibuk, sehingga tidak sempat menikmati indahnya langit sore.? Entahlah, tapi aku ingat, aku sudah lama tidak menikmati sore dengan langit jingganya. Padahal dulu hampir setiap sore aku menikmatinya, mau dari atas gedung, halaman terbuka, atau diteras rumah.

Sore ini, aku ingin menikmatinya tapi aku tidak bisa, karena langit sore ini berawan kelabu. Entahlah, mungkin senja sedang murung, berduka. Aku tidak tahu mengapa senja bisa murung. Dia tidak lagi pernah bercerita kepadaku. Senja sudah berhenti berbicara padaku, saat aku mulai meninggalkannya. Senja maaf yah, aku telah melupakanmu. Padahal dulu setiap sore kita selalu bersama. Senja, apa kabar dirimu sekarang?? Aku kangen sama kamu. Aku ingin bercerita banyak sekali tentang diriku, tentang perubahan-perubahan yang aku alami. Senja, apakah kamu seperti senja yang dulu, yang pernah aku kenal. Sekarang dirimu sedang apa senja?? Apakah kamu telah menemukan teman bercerita yang lain.?

Hey, senja bukan kau saja yang terlupakan, tapi aku juga melupakan sang matahari. Apa kabar dirinya sekarang?? Dulu kita juga sering bercerita bersama matahari, sampai dia menghilang di peraduannya. Sampai dia mengucapkan selamat tinggal. Dan setelah dia menghilang maka kegelapan malam pun datang. Tapi, pada saat itu aku tidak bersedih karena esok sore aku masih bisa melihatnya, bercengkrama, menunggu kamu senja. Tapi, sekarang aku tidak pernah berbicara lagi dengan matahari. Malah aku sering marah dengan dia, jika dia mulai memancarkan sinarnya dengan amat terik dan membuat aku kepanasan dan kegerahan. Mungkin karena itu kali yah, matahari tidak ingin berbicara lagi denganku.

Hey, Apa kabarnya juga burung-burung kecil yang selalu berterbangan di sore hari. Mereka selalu meramaikan langit sore bukan. Kemana mereka sekarang?? Apa mereka sudah mendapatkan rumah baru, sehingga mereka tidak pernah muncul dan menari-nari lagi di langit.

Aaaaaaaaaahhhhhhhhhhhh. Aku kangen itu semua, matahari, senja, burung-burung. Aku ingin bercerita lagi kepada kalian. Kalian adalah pendengar-pendengar setiaku. Mendengarkan apa yang aku ucapkan tanpa harus memprotes ucapanku, tanpa menyela semua omonganku. Aku merindukan saat-saat itu, dimana aku duduk sendiri menikmati sore hari yang sangat singkat tapi sangat indah dan berkesan, memberikan sebuah kedamaian. Kedamaian yang mampu membuat jiwa tenang. Matahari, Senja, dan Burung-burung kecil. Kalian semua dimana? Apakah merindukan diriku juga. Sudah lama kita tidak bercerita.

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments