Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Dulu aku tidak pernah menyangka bisa mengenal kamu
Dulu aku tidak pernah sekali pun berpikir untuk dekat
dengan kamu
Sekarang waktu yang mempertemukan kita
Sekarang waktu yang mendekatkanku kita
Aku tidak tahu dengan apa yang aku lakukan
Aku tidak tahu dengan apa yang aku rasakan
Semuanya berlalu begitu saja
Semuanya mengalir seiring bergulirnya waktu
Aku sudah tidak sanggup lagi untuk mengetahui semuanya
tentang dirimu
Aku sudah tidak sanggup lagi untuk mendengar apapun tentang
dirimu
Aku sudah cukup sakit dengan apa yang kamu lakukan
Aku sudah cukup sakit dengan apa yang aku dengar tentang
kamu
Aku sudah cukup sakit dengan semua ini
Kini kamu menghilang bagai di telan bumi
Kini kamu menghilang seakan kamu tidak pernah ada di dalam
hidupku
Kini kamu dan aku sama-sama menghilang
Kini kamu dan aku bagai orang asing yang tidak saling
mengenal
Cukup aku yang sakit
Cukup aku yang merasakan itu
Aku tidak mau kamu merasakan hal yang sama
Aku tidak mau kamu merasakan sakit yang sama sepertiku
Cinta hadir dari satu rasa
Cinta berarti memberi dalam kekuranganku
Cinta hidup dari dua hati yang menyatu
Cinta berarti belajar menerima
Apapun keadaannya
Hiduplah seakan bernafas dengan cinta
Temukanlah cinta dari yang mencintaimu
Carilah cinta disekitarmu
Berbagilah cinta untuk hati yang dingin
Ada waktu untuk cinta bersemi
Ada waktu untuk cinta layu
Ada waktu untuk cinta berkembang
Ada waktu untuk cinta beralih
Ada waktu untuk meraih
Ada waktu untuk merelakan
Sehingga kita belajar ketulusan cinta
Bangunlah cinta dengan kejujuran
Kesucian dan kemurnian
Untuk orang-orang hebat disekitarmu
created by: Crisnawati Stefanny (@purple_fanny)
In puisi
Posted on
Bayanganmu yang selalu ada dalam benakku
Membuat aku semakin menjadi orang gila
Jika memikirkan dirimu
Semakin aku tidak waras
Atas perasaan yang tidak bisa dijelaskan dengan logika
Aku gila karena itu.
Apakah kamu tahu itu????
created by: @deshitong
Seberapa besar kemauan itu
Tetap saja aku tidak bisa
Aku ingin segera melupakanmu
Secepatnya sebelum aku semakin jatuh kepadamu
Aku ingin melupakan semua tentang dirimu dan kenangan tentangmu
Tapi semakin aku berusaha
Bayanganmu semakin jelas ada di benakku
Mengapa aku tidak bisa meskipun aku ingin
Ingin sekali
Dan aku tak tahu harus bagaimana?
created by: @deshitong
In puisi
Posted on
Kulari ke hutan kemudian teriakku
Kulari ke pantai kemudian menyanyiku
Sepi.......
Sepi dan sendiri aku benci
Aku mau bingar
Aku mau dipasar
Bosan aku dengan penat dan enyah saja kau pekat
Seperti berjelaga jika ku sendiri
Pecahkan saja gelasnya biar ramai
Biar mengaduh sampai gaduh
Ada malaikat menyulam jaring laba-laba belang di tembok putih keraton
Kenapa tak goyangkan saja loncengnya
Biar terdera
Atau aku harus lari ke pantai belok ke hutan?
Kulari ke pantai kemudian menyanyiku
Sepi.......
Sepi dan sendiri aku benci
Aku mau bingar
Aku mau dipasar
Bosan aku dengan penat dan enyah saja kau pekat
Seperti berjelaga jika ku sendiri
Pecahkan saja gelasnya biar ramai
Biar mengaduh sampai gaduh
Ada malaikat menyulam jaring laba-laba belang di tembok putih keraton
Kenapa tak goyangkan saja loncengnya
Biar terdera
Atau aku harus lari ke pantai belok ke hutan?
Setiap nafas yang terhembus adalah kata
Angan, debur, dan emosi bersatu dalam jubah terpautan
Tangan kita terikat, Lidah kita menyatu
Maka setiap kata terucap adalah sabda penggitar ratu
Di luar itu pasir, di luar itu debu
Hanya angin meniup saja lalu terbang hilang tak ada
Tapi kita tetap menari
Menari cuma kita yang tahu
Jiwa ini tandu maka duduk saja
Maka akan kita bawa semua
Karena kita adalah satu
created by : Cinta di dalam film Ada Apa Dengan Cinta (AADC)
Kebodohanku
Telah mencintaimu
Kebodohanku
Telah menyayangimu
Kebodohanku
Tak ingin pergi darimu
Kebodohanku
Yang terlanjur sayang kepadamu
Kebodohanku
Menginginkanmu
Kebodohanku
Telah jatuh
Ke dalam jurang hatimu
Kebodohanku
Telah terpesona olehmu
Kebodohanku
Yang pada akhirnya
Tak ingin kamu pergi
Kebodohanku
Bila aku juga
Tak ingin pergi darimu
Kebodohanku
Mengapa aku baru sadar
Bahwa aku sayang kamu
Kebodohanku
Yang pernah mengabaikan
Perasaan ini
Kebodohanku
Yang dengan sengaja
Mempertemukan kita
Telah mencintaimu
Kebodohanku
Telah menyayangimu
Kebodohanku
Tak ingin pergi darimu
Kebodohanku
Yang terlanjur sayang kepadamu
Kebodohanku
Menginginkanmu
Kebodohanku
Telah jatuh
Ke dalam jurang hatimu
Kebodohanku
Telah terpesona olehmu
Kebodohanku
Yang pada akhirnya
Tak ingin kamu pergi
Kebodohanku
Bila aku juga
Tak ingin pergi darimu
Kebodohanku
Mengapa aku baru sadar
Bahwa aku sayang kamu
Kebodohanku
Yang pernah mengabaikan
Perasaan ini
Kebodohanku
Yang dengan sengaja
Mempertemukan kita
Hadirnya dirimu
Membuat diriku senang
Membuat diriku bahagia
Hadirnya dirimu
Menghilangkan rasa kesepianku
Dan rasa kesendirianku
Hadirnya dirimu
Membuat hidupku indah
Dan berwarna
Hadirnya dirimu
Membuatku bisa merasakan cinta
Yang telah lama hilang
Membuatku bisa merasakan kerinduan
Yang telah lama terpendam
Aku tak mau
Hadirnya dirimu
Membuatku merasakan kesedihan lagi
Membuatku menitikkan air mata
Aku mohon jangan pergi dariku
Walaupun sedetik
Membuat diriku senang
Membuat diriku bahagia
Hadirnya dirimu
Menghilangkan rasa kesepianku
Dan rasa kesendirianku
Hadirnya dirimu
Membuat hidupku indah
Dan berwarna
Hadirnya dirimu
Membuatku bisa merasakan cinta
Yang telah lama hilang
Membuatku bisa merasakan kerinduan
Yang telah lama terpendam
Aku tak mau
Hadirnya dirimu
Membuatku merasakan kesedihan lagi
Membuatku menitikkan air mata
Aku mohon jangan pergi dariku
Walaupun sedetik
Aku berjalan di malam yang gelap
Aku berjalan tak tentu arah
Aku berjalan tanpa rasa lelah
Aku berjalan mengikuti keinginan hatiku
Berjalan mengikuti arah angin di malam yang dingin
Aku yang terbawa oleh angin tak tahu harus kemana
Aku hanya mengikuti hembusan angin malam itu
Jika dia berhembus ke utara maka aku berjalan ke arah utara
Jika dia berhembus ke barat maka aku berjalan ke arah barat
Jika dia berhembus ke timur maka aku berjalan ke arah timur
Hanya itu yang bisa aku lakukan dalam dunia yang sepi dan gelap ini
Hingga pada akhirnya aku menemukan sebuah sinar yang sangat terang
Sinar itu menyinari sekujur tubuhku yang telah lusuh karena kelelahan
Aku tak tahu berapa lama aku berjalan dalam kegelapan
Apakah satu hari
Apakah satu minggu
Apakah satu bulan
Ataukah satu tahun
Aku tak tahu karena yang aku lewati hanyalah sebuah jalan lurus yang hingga akhirnya aku menemukan sinar itu
Sinar yang membuat aku bangkit lagi
Sinar yang membuat aku menyadari bahwa di dunia ini bukan hanya ada kegelapan tapi masih ada tempat yang terang yang tidak akan membuat aku takut
Sinar yang membuat aku percaya akan adanya tempat yang indah
Sinar yang akan menemaniku menikmati hidup ini
Oh Tuhan
Aku tak mau sinar ini hanya sementara aku ingin selamanya dunia ini terang
Aku tak mau ada lagi kegelapan yang akan menakutiku
Aku tak mau ada lagi kegelapan yang akan membutakan mataku
Aku berjalan tak tentu arah
Aku berjalan tanpa rasa lelah
Aku berjalan mengikuti keinginan hatiku
Berjalan mengikuti arah angin di malam yang dingin
Aku yang terbawa oleh angin tak tahu harus kemana
Aku hanya mengikuti hembusan angin malam itu
Jika dia berhembus ke utara maka aku berjalan ke arah utara
Jika dia berhembus ke barat maka aku berjalan ke arah barat
Jika dia berhembus ke timur maka aku berjalan ke arah timur
Hanya itu yang bisa aku lakukan dalam dunia yang sepi dan gelap ini
Hingga pada akhirnya aku menemukan sebuah sinar yang sangat terang
Sinar itu menyinari sekujur tubuhku yang telah lusuh karena kelelahan
Aku tak tahu berapa lama aku berjalan dalam kegelapan
Apakah satu hari
Apakah satu minggu
Apakah satu bulan
Ataukah satu tahun
Aku tak tahu karena yang aku lewati hanyalah sebuah jalan lurus yang hingga akhirnya aku menemukan sinar itu
Sinar yang membuat aku bangkit lagi
Sinar yang membuat aku menyadari bahwa di dunia ini bukan hanya ada kegelapan tapi masih ada tempat yang terang yang tidak akan membuat aku takut
Sinar yang membuat aku percaya akan adanya tempat yang indah
Sinar yang akan menemaniku menikmati hidup ini
Oh Tuhan
Aku tak mau sinar ini hanya sementara aku ingin selamanya dunia ini terang
Aku tak mau ada lagi kegelapan yang akan menakutiku
Aku tak mau ada lagi kegelapan yang akan membutakan mataku
Apa sih yang ada dalam pikiran kalian tentang kehidupan
Apa sih yang ada dalam pikiran kalian tentang kematian
Ketika seorang bertanya tentang untuk apa kita hidup
Seorang lagi menjawab kita hidup untuk mati
Lalu dia bertanya lagi apa yang kita lakukan untuk tetap hidup
Orang itu pun menjawab kita tak perlu melakukan apa-apa karena kita hidup untuk mati
Lalu dia bertanya lagi kalau aku ingin hidup selamanya apakah egois
Orang itu pun menjawab itulah manusia dia tak pernah puas dengan apa yang dia dapatkan
Hai Bung apakah kamu tahu mengapa aku selalu bertanya untuk apa aku hidup
Dia pun menjawab aku tak pernah tahu apa yang kau pikirkan tentang hidupmu
Tahukah kau kalau dalam hidupku aku tak pernah merasakan kebahagiaan
Aku tak pernah merasakan kesenangan
Aku tak pernah bisa tertawa lepas seperti manusia yang lain
Aku yang selalu merasa sendiri
Aku yang selalu merasa resah dan gundah yang melanda dalam hatiku
Maka dari itu aku selalu menjawab bahwa aku hidup untuk mati
Aku hanya menunggu hingga ajalku datang
Aku hanya menunggu hingga malaikat mencabut nyawaku
Aku tak melakukan apa pun dalam hidupku karena aku tahu hidupku hanyalah untuk mati
Tahukah kau kalau kehidupan setelah kematian adalah suatu kehidupan yang kekal
Di dunia itulah aku akan bisa merasakan kebahagiaan yang abadi
Di dunia itulah aku akan merasakan kesenangan yang selama ini tak aku rasakan di dunia yang fana ini
Di dunia itulah aku akan bisa tertawa lepas seperti yang lain
Di dunia itulah aku tak akan lagi merasakan sendiri
Di dunia itulah aku tak akan lagi merasakan resah dan gundah
Di dunia itulah bunga-bunga yang indah akan bermekaran
Di dunia itulah aku dapat berlari mengejar malaikat-malaikat kecilku
Di dunia itulah yang bisa kita sebut sebagai dunia yang kekal
Apakah kau masih bertanya tentang untuk apa kita hidup
Dan aku tegaskan kembali
Kita hidup di dunia ini hanya untuk mati
Apa sih yang ada dalam pikiran kalian tentang kematian
Ketika seorang bertanya tentang untuk apa kita hidup
Seorang lagi menjawab kita hidup untuk mati
Lalu dia bertanya lagi apa yang kita lakukan untuk tetap hidup
Orang itu pun menjawab kita tak perlu melakukan apa-apa karena kita hidup untuk mati
Lalu dia bertanya lagi kalau aku ingin hidup selamanya apakah egois
Orang itu pun menjawab itulah manusia dia tak pernah puas dengan apa yang dia dapatkan
Hai Bung apakah kamu tahu mengapa aku selalu bertanya untuk apa aku hidup
Dia pun menjawab aku tak pernah tahu apa yang kau pikirkan tentang hidupmu
Tahukah kau kalau dalam hidupku aku tak pernah merasakan kebahagiaan
Aku tak pernah merasakan kesenangan
Aku tak pernah bisa tertawa lepas seperti manusia yang lain
Aku yang selalu merasa sendiri
Aku yang selalu merasa resah dan gundah yang melanda dalam hatiku
Maka dari itu aku selalu menjawab bahwa aku hidup untuk mati
Aku hanya menunggu hingga ajalku datang
Aku hanya menunggu hingga malaikat mencabut nyawaku
Aku tak melakukan apa pun dalam hidupku karena aku tahu hidupku hanyalah untuk mati
Tahukah kau kalau kehidupan setelah kematian adalah suatu kehidupan yang kekal
Di dunia itulah aku akan bisa merasakan kebahagiaan yang abadi
Di dunia itulah aku akan merasakan kesenangan yang selama ini tak aku rasakan di dunia yang fana ini
Di dunia itulah aku akan bisa tertawa lepas seperti yang lain
Di dunia itulah aku tak akan lagi merasakan sendiri
Di dunia itulah aku tak akan lagi merasakan resah dan gundah
Di dunia itulah bunga-bunga yang indah akan bermekaran
Di dunia itulah aku dapat berlari mengejar malaikat-malaikat kecilku
Di dunia itulah yang bisa kita sebut sebagai dunia yang kekal
Apakah kau masih bertanya tentang untuk apa kita hidup
Dan aku tegaskan kembali
Kita hidup di dunia ini hanya untuk mati
Ketika manusia memiliki sifat egois sebenarnya itu wajar
Pernahkah terbayang akan mempunyai suatu penyakit yang sulit di sembuhkan.
Pasti dengan seketika kita menjadi depresi.
Pernahkah terbayangkan bila kita telah menutup mata ini dan tertidur untuk selamanya.
Tak bisa lagi kita merasakan sejuknya udara pagi.
Menghirup nafas dan membuangnya.
Tertawa bercanda bersama orang yang disayangi.
Tak bisa lagi melihat semua yang indah yang ada di dunia ini.
Yang bisa kita lihat ketika akhir kehidupan hanya raut wajah kesedihan dari orang yang kita sayangi.
Egoiskah kita bila masih ingin terus hidup bahkan lebih lama dari yang telah ditakdirkan.
Hewan dan tumbuhan tau untuk apa mereka hidup di dunia ini.
Sedangkan manusia yang mengidap penyakit parah tak akan pernah mengerti untuk apa dia bertahan hidup di dunia ini.
Hanya dengan tetesan air mata yang mampu mengurangkan rasa penat dihati.
Tuhan memang tak adil tapi mengapa penyakit ini menyerang.
Tak sanggup hidup seperti ini.
Dimana suatu saat nanti tak bisa lagi menulis, berbicara, bahkan untuk makan sekalipun sulit.
Bisa mati dengan seketika karena hal sepele.
Mungkinkah akan dapat bertahan hidup lebih lama.
Hanya ingin merasakan apa yang semua orang rasakan.
Ingin bercanda, tertawa lepas dan berlari.
Mencintai dan dicintai oleh seseorang yang disuka. Seorang lelaki.
Sangat ingin sekali memeluknya untuk pertama kali dan selamanya.
Ingin menutup mata ini di dalam pelukannya.
Mungkin di kehidupan lain dapat berlari, tertawa lepas dan dikelilingi oleh banyak bunga.
Meskipun, tak ada yang menemani
Egoiskah karena ingin hidup lebih lama. Perjuangan ini tak akan sia-sia.
Selama berusaha.
Tegar dan menerima diri yang sekarang.
Berjuang hidup demi kehidupan kelak yang selalu ada dalam benak hati.
Air mata tak berhenti bila memikirkan kehidupan yang akan datang ketika kita tau sulit bagi kita untuk bertahan hidup.
Sejenak ingin melupakan semua itu dan memejamkan mata untuk sementara namun takut tak bisa membukanya lagi pada esok hari.
Harus berapa lamakah menunggu dengan tak pasti.
Hanya tulisan yang akan mencerminkan diri kita dan perasaan kita.
Pernahkah terbayang akan mempunyai suatu penyakit yang sulit di sembuhkan.
Pasti dengan seketika kita menjadi depresi.
Pernahkah terbayangkan bila kita telah menutup mata ini dan tertidur untuk selamanya.
Tak bisa lagi kita merasakan sejuknya udara pagi.
Menghirup nafas dan membuangnya.
Tertawa bercanda bersama orang yang disayangi.
Tak bisa lagi melihat semua yang indah yang ada di dunia ini.
Yang bisa kita lihat ketika akhir kehidupan hanya raut wajah kesedihan dari orang yang kita sayangi.
Egoiskah kita bila masih ingin terus hidup bahkan lebih lama dari yang telah ditakdirkan.
Hewan dan tumbuhan tau untuk apa mereka hidup di dunia ini.
Sedangkan manusia yang mengidap penyakit parah tak akan pernah mengerti untuk apa dia bertahan hidup di dunia ini.
Hanya dengan tetesan air mata yang mampu mengurangkan rasa penat dihati.
Tuhan memang tak adil tapi mengapa penyakit ini menyerang.
Tak sanggup hidup seperti ini.
Dimana suatu saat nanti tak bisa lagi menulis, berbicara, bahkan untuk makan sekalipun sulit.
Bisa mati dengan seketika karena hal sepele.
Mungkinkah akan dapat bertahan hidup lebih lama.
Hanya ingin merasakan apa yang semua orang rasakan.
Ingin bercanda, tertawa lepas dan berlari.
Mencintai dan dicintai oleh seseorang yang disuka. Seorang lelaki.
Sangat ingin sekali memeluknya untuk pertama kali dan selamanya.
Ingin menutup mata ini di dalam pelukannya.
Mungkin di kehidupan lain dapat berlari, tertawa lepas dan dikelilingi oleh banyak bunga.
Meskipun, tak ada yang menemani
Egoiskah karena ingin hidup lebih lama. Perjuangan ini tak akan sia-sia.
Selama berusaha.
Tegar dan menerima diri yang sekarang.
Berjuang hidup demi kehidupan kelak yang selalu ada dalam benak hati.
Air mata tak berhenti bila memikirkan kehidupan yang akan datang ketika kita tau sulit bagi kita untuk bertahan hidup.
Sejenak ingin melupakan semua itu dan memejamkan mata untuk sementara namun takut tak bisa membukanya lagi pada esok hari.
Harus berapa lamakah menunggu dengan tak pasti.
Hanya tulisan yang akan mencerminkan diri kita dan perasaan kita.
Maafkan aku
Bila aku salah padamu
Maafkan aku
Telah membuatmu bingung
Atas perhatian dan sikapku padamu
Maafkan aku
Bila telah mempermainkan perasaanmu
Sejujurnya aku sayang kamu
Maafkan aku
Bila aku tak seperti yang kamu inginkan
Tapi inilah diriku
Maafkan aku
Bila aku tak bisa menunjukkan
Rasa sayangku padamu
Tapi aku hanya ingin kamu tahu
Aku tak mau kehilangan kamu
Maafkan aku
Bila setiap kita bertemu
Selalu saja ada pertengkaran
Mungkin itu salah bentuk
Rasa sayangku padamu
Maafkan aku
Bila selalu membuatmu marah
Karena aku tak tau
Harus berbuat apa
Untuk tunjukkan rasa sayang itu
Maafkan aku
Atas semua yang terjadi
Maafkan aku
Atas semuanya
Maafkan aku
Bila aku salah padamu
Maafkan aku
Telah membuatmu bingung
Atas perhatian dan sikapku padamu
Maafkan aku
Bila telah mempermainkan perasaanmu
Sejujurnya aku sayang kamu
Maafkan aku
Bila aku tak seperti yang kamu inginkan
Tapi inilah diriku
Maafkan aku
Bila aku tak bisa menunjukkan
Rasa sayangku padamu
Tapi aku hanya ingin kamu tahu
Aku tak mau kehilangan kamu
Maafkan aku
Bila setiap kita bertemu
Selalu saja ada pertengkaran
Mungkin itu salah bentuk
Rasa sayangku padamu
Maafkan aku
Bila selalu membuatmu marah
Karena aku tak tau
Harus berbuat apa
Untuk tunjukkan rasa sayang itu
Maafkan aku
Atas semua yang terjadi
Maafkan aku
Atas semuanya
Maafkan aku
Kapan mereka semua bisa mengerti apa yang aku inginkan
Jika pikiran mereka masih kolot seperti ini
Kapan aku bisa merasakan apa yang mereka semua rasakan
Mengapa mereka tak pernah bisa mengerti aku
Mengapa mereka selalu berpikir apa yang mereka pikirkan itu benar
Mengapa mereka tak sekali pun berpikir tentang perasaan aku
Aku cukup sabar dalam menghadapi sikap mereka
Aku cukup sabar mengikuti semua apa yang mereka inginkan
Tapi mengapa mereka tak cukup sabar untuk mewujudkan keinginanku sekali saja
Aku ingin dihargai sebagaimana mestinya
Jika pikiran mereka masih kolot seperti ini
Kapan aku bisa merasakan apa yang mereka semua rasakan
Mengapa mereka tak pernah bisa mengerti aku
Mengapa mereka selalu berpikir apa yang mereka pikirkan itu benar
Mengapa mereka tak sekali pun berpikir tentang perasaan aku
Aku cukup sabar dalam menghadapi sikap mereka
Aku cukup sabar mengikuti semua apa yang mereka inginkan
Tapi mengapa mereka tak cukup sabar untuk mewujudkan keinginanku sekali saja
Aku ingin dihargai sebagaimana mestinya
Salahkah
Aku yang baru menyadari
Bahwa aku sayang kamu
Salahkah
Aku yang baru sadar
Jika aku juga mencintaimu
Salahkah
Bila aku memintamu
Untuk tetap disini menemaniku
Menemani setiap jejak langkahku
Salahkah
Aku yang ingin
Memilikimu seutuhnya
Salahkah
Aku yang pada akhirnya
Tak bisa jauh darimu
Aku yang baru menyadari
Bahwa aku sayang kamu
Salahkah
Aku yang baru sadar
Jika aku juga mencintaimu
Salahkah
Bila aku memintamu
Untuk tetap disini menemaniku
Menemani setiap jejak langkahku
Salahkah
Aku yang ingin
Memilikimu seutuhnya
Salahkah
Aku yang pada akhirnya
Tak bisa jauh darimu
Kini terlambat sudah bagiku untuk
Menyesali yang terjadi
Menyesali perasaan yang pernah ada
Kini kamu pergi
Meniggalkan sejuta kenangan
Meniggalkan sejuta kebahagian
Meniggalkan satu perasaan yang
Kini telah hancur
Mengapa aku bodoh
Baru menyadari bahwa
Aku sayang kamu
Bahwa aku tak bisa
Tanpa kamu
Disampingku
Mungkin kau kan slalu ada
Untukku
Tapi pastinya akan berbeda
Dengan saat ketika aku
Masih memilikimu
Tapi inilah takdir
Yang tak boleh disesali
Mungkin aku memang bukan untukmu
Melainkan dirinyalah
Dan akhirnya aku pun sendiri lagi
Sendiri menjalani hidup ini
Sendiri tanpa ada yang menemani jejak
Langkahku lagi
Sendiri…….
Dan mungkin hanya ditemani oleh
Bayang-bayangmu yang selalu
Menghiasi mimpi malam ku
Aku sendiri…….
Menyesali yang terjadi
Menyesali perasaan yang pernah ada
Kini kamu pergi
Meniggalkan sejuta kenangan
Meniggalkan sejuta kebahagian
Meniggalkan satu perasaan yang
Kini telah hancur
Mengapa aku bodoh
Baru menyadari bahwa
Aku sayang kamu
Bahwa aku tak bisa
Tanpa kamu
Disampingku
Mungkin kau kan slalu ada
Untukku
Tapi pastinya akan berbeda
Dengan saat ketika aku
Masih memilikimu
Tapi inilah takdir
Yang tak boleh disesali
Mungkin aku memang bukan untukmu
Melainkan dirinyalah
Dan akhirnya aku pun sendiri lagi
Sendiri menjalani hidup ini
Sendiri tanpa ada yang menemani jejak
Langkahku lagi
Sendiri…….
Dan mungkin hanya ditemani oleh
Bayang-bayangmu yang selalu
Menghiasi mimpi malam ku
Aku sendiri…….
Dimanakah aku bisa menemukan taman bunga yang sangat indah
Dimanakah aku bisa menemukan taman bunga yang berwarna-warni
Dimanakah aku bisa menemukan taman bunga yang banyak kupu-kupu dan kumbang-kumbang
Mungkinkah aku akan menemukannya di dunia lain
Mungkinkah aku akan menemukannya di taman surga yang Kau miliki Tuhan
Mungkinkah aku akan menemukannya
Dimanakah aku bisa menemukan taman bunga yang berwarna-warni
Dimanakah aku bisa menemukan taman bunga yang banyak kupu-kupu dan kumbang-kumbang
Mungkinkah aku akan menemukannya di dunia lain
Mungkinkah aku akan menemukannya di taman surga yang Kau miliki Tuhan
Mungkinkah aku akan menemukannya
Langganan:
Postingan
(
Atom
)